Desa Bandung Banyuwangi
Visi
“BALDATUN THOYYIBATUN WA RABBUUN GHOFUR”
(Terwujudnya Desa Bandung yang Makmur, Adil dan Sejahtera di segala Aspek Kehidupan)
Misi
- Membenahi Birokrasi Aparatur Desa sesuai dengan aturan dan Tupoksinya.
- Menjadikan Pemerintahan Desa yang tanggap Aspiratif dalam menyikapi Aspirasi Masyarakat.
- Menata Administrasi yang Solid dan Akuntabel.
- Pemerataan dalam Membangun Sarana dan Prasarana Infrastruktur berdasarkan Prioritas dan Musyawarah.
- Mengaktifkan dan Mengoptimalkan Pembinaan Generasi Muda Karang Taruna.
- Membina dan Memajukan Kesehatan dan Pendidikan Formal dan Non formal.
- Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Warga, Menciptakan Keamanan dan Ketetraman serta Kedamaian.
- Memberikan Pelayanan dan Pengabdian yang mudah kepada Masyarakat.
- Merangsang dan Mendukung kegiatan Kemasyarakatan dalam kelembagaan perorangan maupun kelompok

Sejarah Desa
Awal mulanya desa bandung, jika dilihat dari sejarah birokrasi mataram desa bandung bermula dari sebuah kademangan yang dipimpin oleh demang. Kademangan Bansung beridiri sekitar tahun 1970an. Sebelum perjanjian giyanti, kademangan bandung termasuk dalam kewilayahan Yogyakarta. Setelah perjanjian giyanti diikutkan ke wilayah Kasultanan Solo. Setelah kemerdekaan, nama kademangan diganti oleh kelurahan yang dipimpin oleh seorang lurah. Setelah adanya peraturan baru nama kelurahan diganti menjadi desa dan dipimpin oleh kepala desa.
Jika dilihat dari topografinya, daerah bandung termasuk wilayah perbatasan yaitu wilayah grobogan (utara) dan salatiga (barat). Dulunya desa Bandung termasuk wilayah gerilya pada masa perang diponegoro hingga kemerdekaan. Jika dilihat dari silisah mataram, desa bandung termasuk desa tertua. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemakaman tua. Daerah bandung termasuk dalam daerah perbukitan dan perswahan. Desa bandung memiliki sawah sebesar 120 ha dan termasuk dalam sawah tadah hujan. Di samping itu, memiki daerah hutan di daerah Kebonagung yang dikelola orang perhutani . Budaya yang berkembang di masyarakat adalah budaya santri sehingga 100 persen masyarakat di desa bandung beragama Islam. Nama Bandung memiliki kaitannya dengan Bandung Bondowoso. Penamaan Desa Bandung di Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali berangkat dari cerita leluhur turun temurun yang bersumber dari nenek moyang penduduk setempat.

Nama Bandung rupanya diambil dari nama Bandung Bondowoso, seorang legenda yang bersedia membangunkan 1000 candi dalam waktu satu malam karena tergila-gila menikahi Roro Jonggrang. Menurut cerita penduduk setempat, jauh sebelum Bandung atau Joko Bandung bertemu dan jatuh cinta dengan Roro Jonggrang, ia terlebih dahulu punya misi mengalahkan kerajaan milik ayah Roro Jonggrang. Agar bisa mengalahkan ayah Roro Jonggrang, Bandung bertapa di bawah sebuah pohon beringin putih untuk menambah kesaktiannya. Tempat pertapaan tersebut hingga saat ini masih bisa dijumpai di Desa Bandung, kemudian dikenal dengan tempat Pertapaan Ringin Putih. Meski tidak diketahui seberapa lama pertapaan yang dilakukan Bandung, namun pada saat bertapa Bandung mendapat kesaktiannya setelah mengalahkan jin Bondowoso. Pada saat itulah, Bandung dan Bondowoso menyatu. Rahmat memperkirakan sejak saat ini Bandung kemudian dikenal dengan julukan Bandung Bondowoso.
Kondisi Geografi
Desa Bandung merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Wonosegoro dengan batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Desa Garangan Kecamatan Wonosegoro
- Sebelah Timur : Desa Wonosegoro, Ds. Gosono Kecamatan Wonosegoro
- Sebelah Selatan : Desa Ketoyan Kecamatan Wonosegoro
- Sebelah Barat : Desa Kedungpilang Kecamatan Wonosegoro
Luas Wilayah Desa Bandung 333,35 Ha dengan rincian terlihat pada tabel berikut :
PENGGUNAAN TANAH
| Penggunaan | LUAS ( Ha ) |
|---|---|
| Luas tanah pekarangan/ Bangunan 93.45 | 93.45 |
| Luas tanah sawah | 133,85 |
| Luas tanah kering/tegalan | 104,55 |
| Luas Kuburan | 1,5 |
| Total luas | 333,35 |
Desa Bandung berada pada ketinggian 750 meter dari permukaan laut. Secara administrasi Desa Bandung terbagi menjadi 3 (tiga) Dusun yang terbagi menjadi 7 (tujuh) Rukun Warga(RW) dan 21(dua puluh satu) Rukun Tangga (RT) sebagaimana tabel berikut:
PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRATIF
| NAMA DUSUN | NAMA RW | JUMLAH RT |
|---|---|---|
| 2 | 3 | 4 |
| Dusun Bandung Kulon | RW 01, 02, 03 | 9 |
| Dusun Bandung Wetan | RW 04, 05 | 6 |
| Dusun Kebonagung | RW 06, 07 | 6 |
Kondisi Demografi
Jumlah penduduk DESA BANDUNG pada bulan September tahun 2023 sebanyak 3.167 jiwa , yang terdiri dari:
- Penduduk laki – laki sebanyak 1.596 jiwa
- Penduduk perempuan sebanyak 1.571 jiwa
Sedangkan Kepala Keluarga sebanyak 981 KK. Adapun jumlah penduduk menurut usia dapat dilihat pada tabel berikut:
JUMLAH PENDUDUK MENURUT USIA
| UMUR ( TAHUN ) | JUMLAH ( JIWA ) |
|---|---|
| 2 | 3 |
| 0 – 4 Tahun | 180 |
| 5 – 9 Tahun | 195 |
| 10 – 14 Tahun | 219 |
| 15 – 19 Tahun | 226 |
| 20 – 24 Tahun | 304 |
| 25 – 29 Tahun | 263 |
| 30 – 34 Tahun | 304 |
| 35 – 39 Tahun | 294 |
| 40 – 44 Tahun | 234 |
| 45 – 49 Tahun | 225 |
| 50 – 54 Tahun | 219 |
| 55 – 59 Tahun | 162 |
| 60 – 64 Tahun | 131 |
| 65 – 69 Tahun | 102 |
| 70 – 74 Tahun | 78 |
| > 75 Tahun | 78 |
| Jumlah | 3.167 |
Keadaan Sosial
Kondisi sosial masyarakat Desa Bandung ditunjukkan masih rendahnya kualitas dari sebagian besar SDM masyarakat serta cenderung masih kuatnya budaya paternalistik. Meskipun demikian pola budaya seperti ini dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam pembangunan yang bersifat mobilitas masa .Disamping itu masyarakat Desa Bandung yang cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat dimanfaatkan sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Munculnya masalah kemiskinan, ketenagakerjaan dan perburuhan menyangkut pendapatan, status pemanfaatan lahan pada fasilitas umum menunjukkan masih adanya kelemahan pemahaman masyarakat terhadap hukum yang ada saat ini. Hal tersebut sebagai akibat dari tidak meratanya tingkat pendidikan yang diperoleh masyarakat.
Adapun tingkat pendidikan masyarakat Desa Bandung dapat dilihat pada tabel berikut:
JUMLAH PENDUDUK MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN
| Tingkat Pendidikan | Jumlah jiwa |
|---|---|
| 2 | 5 |
| Tidak / Belum Sekolah | 300 |
| Belum Tamat SD/Sederajat 393 | 393 |
| Tamat SD/ sederajat | 980 |
| Tamat SLTP / sederajat | 800 |
| Tamat SLTA/ sederajat | 662 |
| Diploma I/II | 9 |
| Akademi/Diploma III/S.Muda | 20 |
| Diploma IV/Strata I | 60 |
| Strata II | 2 |
| Starta III | 1 |
| Jumlah | 3.167 |
Sedangkan Sarana pendidikan formal cukup memadai dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik, Pemerintah Desa beserta warga masyarakat sedang melakukan peningkatan sarana pendidikan berupa rehabilitasi sarana pendidikan seperti terlihat dalam tabel berikut:
| SARANA PENDIDIKAN | JUMLAH ( BUAH ) |
|---|---|
| 2 | 3 |
| Gedung SD dan MI | 2 |
| Gedung TK dan RA | 3 |
| TPA | 5 |
| JUMLAH | 10 |
Dilihat dari tingkat ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Penduduk DESA BANDUNG 100%,walaupun kadang sesekali sesama pemeluk agama Islam muncul permasalahan kecil tentang keyakinan dan tata cara beribadah, namun hal tersebut tidak menimbulkan konflik antar warga. Adapun jumlah Penduduk Desa Bandung berdasar agama/kepercayaan dan sarana ibadah adalah sebagai berikut :
| AGAMA | JUMLAH ( JIWA ) |
|---|---|
| 2 | 3 |
| Islam | 3.167 |
| Kristen | 0 |
| Katholik | 0 |
| Budha | 0 |
| Kepercayaan | 0 |
| Hindu | 0 |
| SARANA TEMPAT IBADAH | |
| Masjid | 4 |
| Musholla | 29 |
| Vihara | Vihara |
| Gereja / Rumah Ibadah | 0 |
| Pura | 0 |
Disamping itu Pemerintah DESA BANDUNG berupaya menyediakan sarana kesehatan agar kesejahteraan masyarakat terjamin.
Kondisi Ekonomi
Perekonomian Desa Bandung secara umum didominasi pada sektor pertanian yang sistem pengelolaannya masih semi tradisional (pengolahan lahan, pola tanam maupun pemilihan komoditas produk pertaniannya). Lahan pertanian yang ada di Desa Bandung sebagian besar lahan dengan pengairan Irigasi Semi permanen dan hanya sebagian kecil lahan yang pengairanya dengan irigasi permanen.Cara bertanam sudah cukup Fariasi.Hortikultura menjadi alternatif terbaru untuk peningkatan perekonomian warga. Disamping itu warga masyarakat ada yang menekuni sektor perdagangan, peternakan dll. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini:
JUMLAH PENDUDUK MENURUT PEKERJAAN
| Jenis Pekerjaan | Laki-laki | Perempuan |
|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 |
| Petani | 400 | 400 |
| Pensiunan | 19 | 8 |
| Pedagang | 3 | 7 |
| Pegawai Negeri Sipil | 9 | 10 |
| Bidan swasta | 0 | 0 |
| POLRI | 0 | 1 |
| Guru swasta | 10 | 21 |
| Tukang Kayu | 10 | 0 |
| Tukang Batu | 75 | 0 |
| Pembantu rumah tangga | 0 | 15 |
| Wiraswasta | 75 | 125 |
| Belum Bekerja | 298 | 323 |
| Pelajar | 310 | 330 |
| Ibu Rumah Tangga | 0 | 330 |
| Ibu Rumah Tangga | 0 | 244 |
| Perangkat Desa | 7 | 2 |
| Buruh Harian Lepas | 22 | 10 |
| Kontraktor | 2 | 0 |
| Jasa penyewaan peralatan pesta | 3 | 1 |
| Tukang Jahit | 0 | 10 |
| Tukang Rias | 0 | 1 |
| Juru Masak | 0 | 0 |
| Karyawan Honorer | 5 | 6 |
| Tukang Cukur | 2 | 0 |
| Tukang Las | 3 | 0 |
| Tukang Listrik | 3 | 0 |